Daftar Isi
Perangkat pembaca e-book Boox Palma 2 Pro seharga 400 dolar hadir dengan ukuran seukuran ponsel pintar yang dirancang untuk membaca buku, artikel, dan dokumen pada layar kecil E Ink. Berjalan dengan sistem operasi Android serta mendukung Google Play, perangkat ini menawarkan fleksibilitas lebih dari sekadar pembaca digital konvensional berkat akses ke berbagai aplikasi pihak ketiga.
Kenyamanan Membaca dan Layar
Ukuran yang kompak menjadi daya tarik utama perangkat ini karena memudahkan pengguna untuk membaca dalam posisi berbaring di malam hari tanpa memerlukan aksesori tambahan seperti PopSocket. Berbeda dengan e-reader lain yang cenderung berbentuk kotak dan terasa terlalu besar, perangkat ini memberikan kenyamanan serupa ponsel namun dengan keunggulan meredam ketegangan mata.
Layar bagian depan dilengkapi dengan pilihan pencahayaan lampu hangat maupun dingin yang tingkat kecerahannya dapat diredupkan ke level sangat rendah. Pengguna dapat membaca dalam kondisi ruangan gelap gulita tanpa mengganggu orang lain di sekitarnya serta tetap menjaga kesehatan mata. Selain itu, bobot perangkat yang hanya seberat 175 gram membuatnya jauh lebih ringan dibandingkan iPhone dan sangat nyaman digenggam.
Portabilitas dan Dukungan Aplikasi
Ukurannya yang muat di dalam saku membuat perangkat ini sangat praktis dibawa bepergian ke berbagai tempat seperti bandara maupun ruang tunggu, serta pas dimasukkan ke dalam tas kecil yang tidak cukup untuk memuat Kindle. Melalui dukungan sistem Android, pengguna dapat mengunduh beragam aplikasi seperti Kindle, Kobo, Libby, layanan audio, siniar, hingga surel sesuai preferensi masing-masing.
Aksesibilitas aplikasi ini mengubah layar E Ink menjadi perangkat yang serbaguna untuk kebutuhan riset dan produktivitas, meskipun beberapa animasi dan antarmuka aplikasi pihak ketiga mungkin terasa lambat karena belum dioptimalkan untuk layar E Ink. Tampilan warna pada layar juga terlihat kurang cerah apabila dibandingkan dengan layar ponsel pintar konvensional.
Fitur Tambahan dan Daya Tahan Baterai
Boox Palma 2 Pro turut dilengkapi kamera belakang untuk memindai dokumen, pengeras suara internal untuk mendengarkan audio tanpa menggunakan fon telinga, serta slot kartu SIM hibrida untuk koneksi data seluler saat bepergian. Perangkat ini juga kompatibel dengan pena digital untuk membuat catatan serta menandai dokumen berformat PDF.
Untuk ketahanan daya, baterai perangkat mampu bertahan selama lima hingga tujuh hari, yang dapat diperpanjang dengan cara mematikan koneksi Wi-Fi. Durasi ini tergolong lebih singkat jika disandingkan dengan perangkat Kindle konvensional yang sanggup bertahan hingga hitungan minggu dalam sekali pengisian daya.
Kekurangan lain yang ditemukan pada perangkat dengan kisaran harga tersebut adalah munculnya bayangan teks dari halaman sebelumnya yang tertinggal di layar ketika berpindah halaman atau kembali ke menu utama. Meskipun tersedia tombol penyegar pada bilah navigasi untuk membersihkan layar dengan cepat, hal tersebut berpotensi menimbulkan sedikit gangguan bagi sebagian pengguna.
Perangkat ini dinilai sangat cocok bagi pembaca yang mendambakan kenyamanan bentuk seukuran ponsel, tingkat portabilitas tinggi, serta akses aplikasi yang luas. Kehadiran perangkat ini menjadi solusi bagi pengguna yang ingin meninggalkan kebiasaan membaca di layar ponsel demi menghindari sakit kepala atau ketegangan mata, meskipun harga yang ditawarkan tergolong cukup tinggi.
Sebagai informasi tambahan, pihak Boox segera meluncurkan model Palma 3 versi non-Pro seharga 340 dolar yang mengusung layar hitam putih dan menggantikan posisi Palma 2.
Sumber: TechCrunch






