Hijaz.id, Wawasan — Dalam bangunan batuan sering digunakan sebagai pondasi bangunan untuk sebuah bangunan agar lebih kokoh. Batuan juga digunakan untuk memperindah fasade bangunan dengan menambahkan warna dan tekstur yang unik dari batu alam.
Dengan begitu, maka bangunan akan tampak lebih cantik, indah dan menampilkan kesan yang berbeda.
Dalam ilmu geologi terdapat 3 jenis batu yaitu batu beku, batu sedimen dan batu metamorf. Untuk lebih jelasnya mengenai bebatuan, akan dibahas secara lengkap dalam artikel kali ini.
Daftar Isi
Pengertian Batuan

Batuan merupakan kumpulan dari mineral yang sudah membeku dan merupakan elemen kulit bumi yang menyediakan mineral anorganik yang melewati proses pelapukan sehingga menghasilkan tanah.
Batuan memiliki komposisi mineral, sifat-sifat fisik dan umur yang beraneka ragam.
Pada umumnya merupakan gabungan dari dua jenis mineral atau lebih. Mineral yaitu suatu zat anorganik yang memiliki komposisi bahan kimia dan struktur atom tertentu.
Sedangkan jumlah mineral sangat bervariasi jenisnya dan juga jenis kombinasinya.
Jenis-Jenis Batuan
Jenis-jenis batu secara umum dikelompokan menjadi 3 bagian yaitu jenis batu beku, batu sedimen dan juga batu metamorfik.
Batu beku yaitu jenis batu dari hasil pendinginan magma atau sering disebut juga dengan batu pijar.
Batu sedimen yaitu jenis batu berlapis dari hasil pengendapan berbagai partikel mineral dan berasal dari batu-batu yang sudah ada sebelumnya.
Sedangkan batu metamorf atau sering disebut batu malihan yaitu jenis batu yang berasal dari batu beku atau batu sedimen yang sudah mengalami perubahan baik secara fisik maupun kimiawi, diakibatkan karena panas dan tekanan yang tinggi.
Untuk mengetahui lebih jelas mengenai jenis-jenis batu, mari simak ulasan berikut ini.
Batuan Beku
Batu beku yaitu jenis batu yang terbentuk karena adanya proses pembentukan magma dan lava yang mengalami pembekuan.
Magma merupakan jenis batuan cair yang sangat panas dan berada di perut bumi. Sedangkan lava merupakan magma yang sudah menjangkau permukaan bumi. Ada beberapa jenis batu beku, antara lain:
- Batu Obsidian
Batu obsidian yaitu jenis batu yang hampir mirip seperti kaca, namun tidak terdapat kristal-kristal pada batu tersebut.
Batu ini terbentuk dari lava yang keluar dari perut bumi dan mendingin dengan cepat.
Kegunaan dari batu ini yaitu sebagai ujung tombak atau alat pemotong pada zaman dahulu dan dapat dijadikan menjadi berbagai jenis kerajinan yang antik.
- Batu Apung
Batu apung yaitu batu yang memiliki warna keabu-abuan, bergelembung, ringan, berpori dan terapung jika berada di dalam air.
Batu ini terbentuk karena proses pendinginan magma yang berupa gelembung-gelembung gas.
Kegunaan batu apung yaitu untuk mengamplas dan menghaluskan kayu.
Dalam bidang industri, batu apung biasanya digunakan untuk bahan pengisi (filler), temperature tinggi, isolator dan masih banyak kegunaan-kegunaan lainnya.
- Batu Granit
Batu granit yaitu batu yang terdiri dari susunan kristal-kristal kasar dan memiliki banyak warna mulai dari warna putih, abu-abu dan ada yang berwarna jingga.
Jenis batu ini dapat ditemukan dipinggiran pantai, sungai besar atau didasar sungai.
Batu ini terbentuk karena pendinginan magma di bawah permukaan bumi yang terjadi secara perlahan. Jenis batu granit biasa digunakan sebagai ubin lantai.
- Batu Andesit
Batu andesit yaitu jenis batu yang memiliki tekstur halusdan memiliki beberapa jenis warnaseperti abu-abu, hijau, jingga dan juga merah.
Batu ini terbentuk dari lelehan gunung berapi yang meletus yang kemudianmembeku ketika suhu lava meleleh turun antara 900 hingga 1.100 derajad celcius.
Batu ini banyak digunakan sebagai ornament bangunan rumah dan pagar.
- Batu Gabro
Batu garbo yaitu jenis batu yang berwarna hitam, abu-abu gelap dan hijau. Batu ini memiliki ciri-ciri tidak terdapat rongga ataupun lubang serta retakan-retakan di dalamnya. Mineral-mineral yang terdapat pada batu ini terlihat secara jelas.
Mineral yang besar tersebut menunjukkan bahwa batu ini terbentuk pada suhu pembekuan yang cukup lambat sehingga mengakibatkan mineralnya menjadi tampak besar-besar.
Batu ini terbentuk dari sebuah magma di dalam gunung yang membeku. Biasanya batu ini digunakan sebagai bahan pelapis dinding.
- Batu Diorit
Batu Diorit yaitu jenis batu yang berwarna kelabu dengan campuran warna putih atau hitam dengan campuran warna putih.
Batu ini terbentuk dari hasil suatu peleburan lantai samudra. Pada umumnya batu ini dugunakan sebagai ornament dinding atau lantai bangunan gedung.
Selain itu, juga digunakan untuk bahan bangunan.
Batuan Sedimen
Batu sedimen yaitu jenis batu yang terbentuk karena terjadinya pengendapan hasil pelapukan dan pengikisan batuan yang hanyut terbawa oleh arus air atau tiupan angin.
Endapan tersebut menjadi keras akibat terjadinya tekanan dan merekatnya zat-zat pada bagian-bagian endapan tersebut.
Batu sedimen ini terbagi menjadi beberapa jenis, untuk lebih jelasnya simak penjelasan berikut ini.
- Batu Konglomerat
Batu konglomerat yaitu jenis batu yang terbentuk dari material batu-batu, kerikil-kerikil atau pasir yang . merekat antara yang satu dengan yang lainnya.
Batu ini terbentuk dari bahan-bahan yang sudah lepas kemudian menjadi padat dan terikat. Biasanya digunakan sebagai bahan pendukung untuk bangunan, namun tidak dapat digunakan sebagai bahan utama bangunan.
- Batu Serpih
Batu serpih yaitu jenis batu yang berbau hampir seperti tanah liat, memiliki butiran halus dan terdiri dari beberapa warna seperti hijau, kuning merah, hitam dan abu-abu.
Batu ini terbentuk dari bahan-bahan yang sudah lepas dan halus, sehingga gaya beratnya menjadi semakin padat dan saling terikat. Batu ini biasanya digunakan sebagai bahan bangunan.
- Batu Breksi
Batu breksi yaitu jenis batu yang terbentuk dari pecahan-pecahan yang berasal dari letusan gunung berapi. Karena bahan-bahan tersebut terlempar tinggi ke udara dan mengendap di suatu tempat tertentu.
Batu ini biasanya digunakan sebagai bahan bangunan maupun bahan kerajinan.
Batuan Metamorf
Batu metamorf atau sering disebut juga batu malihan yaitu batu yang berasal dari jenis batu sedimen dan batu beku yang telah mengalami perubahan karena terjadinya tekanan dan panas, Batu metamorf terdiri dari beberapa jenis, antara lain.
- Batu Marmer atau Batu Pualam
Batu marmer atau batu pualam yaitu batu yang terbentuk dari batu kapur/batu gamping dan terdapat campuran yang berbeda-beda, memiliki kristal-kristal kasar dan terdapat pita-pita warna.
Batu ini jika ditetesi asam maka akan mengeluarkan bunyi mendesah. Batu ini akan menjadi lebih indah dan mengkilap jika dipoles.
Batu mermer terbentuk dari batu kapur yang mengalami perubahan suhu dan tekanan tinggi. Batu ini biasanya digunakan sebagai bahan ubin.
- Batu Sabak
Batu sabak yaitu batu yang tersusun dari batu serpih dan umumnya berwarna abu-abu kehijauan dan hitam. Batu ini bisa dibelah menjadi lempengan-lempengan tipis.
Batu ini dapat terbentuk, jika batu serpih terkena suhu dan juga tekanan tinggi. Batu sabak biasanya digunakan sebagai bahan bangunan dan juga bahan kerajinan.
Beberapa penjelasan lengkap mengenai pengertian batuan dan jenis-jenis batu di atas, semoga menambah pengetahuan Anda.
Selain itu juga sudah dibahas mengenai proses terbentukanya batu dan juga kegunaannya.