INTERNET

Anthropic Ungkap Ketergantungan Pusat Data AI pada Gas Alam

Anthropic Ungkap Ketergantungan Pusat Data AI pada Gas Alam

Menjelang penawaran umum perdana, dokumen S-1 yang diajukan oleh Anthropic mengungkapkan ketergantungan industri kecerdasan buatan terhadap bahan bakar fosil. Dalam dokumen yang diserahkan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat pada Senin, perusahaan tersebut menyatakan bahwa fasilitas penyimpanan data semakin mengandalkan gas alam.

Ketergantungan pada Gas Alam dan Tantangan Pasokan

Anthropic mengakui bahwa ekspansi pusat data kecerdasan buatan sangat rentan terhadap kenaikan harga bahan bakar serta keterbatasan rantai pasok yang ada. Persaingan untuk mendapatkan pasokan listrik dan lokasi pusat daya dengan ketersediaan energi yang memadai berlangsung sangat ketat.

Perusahaan tersebut menyatakan bahwa sejumlah pusat data yang direncanakan mengandalkan listrik yang dihasilkan oleh turbin gas di lokasi. Meskipun menyewa kapasitas dari perusahaan hyperscaler, Anthropic sebelumnya mengumumkan rencana senilai 50 miliar dolar untuk memperluas pusat data di Texas dan New York.

Amerika Serikat kini berencana membangun kapasitas pembangkit bahan bakar fosil terbanyak dalam satu dekade terakhir demi memenuhi lonjakan permintaan listrik dari pusat data. Pemerintahan Donald Trump berupaya membatalkan proyek energi terbarukan dan mendukung bahan bakar fosil yang dianggap lebih andal untuk mengalirkan daya secara terus-menerus dibandingkan tenaga surya atau angin.

Kekurangan pasokan turbin gas saat ini memperlambat proses pembangunan pusat data. Sejumlah pengembang memilih memasang mesin gas di lokasi guna menghindari antrean panjang untuk terhubung dengan jaringan listrik utama, sementara yang lain beralih ke teknologi turbin yang lebih sederhana sehingga mengurangi efisiensi dan meningkatkan polusi.

Dampak Lingkungan dan Risiko Biaya Operasional

Sebuah studi di Texas menemukan bahwa lonjakan kebutuhan listrik pusat data berpotensi menghapus pencapaian kualitas udara selama beberapa dekade ke depan akibat peningkatan kadar jelaga, polutan pembentuk kabut asap, serta karbon dioksida. Di sisi lain, dokumen Anthropic mengidentifikasi perubahan iklim sebagai ancaman bagi keuntungan perusahaan karena kenaikan suhu akan menaikkan biaya listrik dan air untuk mendinginkan server.

Anthropic memperkirakan persaingan memperebutkan gas alam dan kapasitas pipa akan semakin ketat seiring langkah para penyedia layanan cloud membangun fasilitas mereka sendiri. Kompetisi ini berpotensi mendongkrak harga gas alam di pasar.

Gas alam sendiri memegang porsi terbesar dalam bauran kelistrikan Amerika Serikat dengan menyumbang 40 persen dari total pembangkitan daya nasional. Masyarakat setempat telah merasakan dampak kenaikan biaya ketika perusahaan utilitas bergegas memperbarui infrastruktur energi demi memenuhi permintaan daya yang melonjak.

Sejumlah warga di berbagai wilayah Amerika Serikat dilaporkan berhasil memblokir puluhan usulan pembangunan pusat data. Anthropic menyadari bahwa lonjakan tagihan utilitas dapat mengganggu proyek pusat data karena regulator berpotensi mengenakan ketentuan atau biaya tambahan jika upaya pengadaan listrik dinilai merugikan pelanggan lain.

Jika regulator memaksa pengembang menanggung biaya infrastruktur energi yang lebih besar, Anthropic menyebut beban operasional perusahaan akan meningkat. Tanpa pasokan gas dan pipa yang aman, perusahaan mungkin terpaksa menunda atau membatalkan proyek pusat data yang telah direncanakan.

Kendala-kendala tersebut pada akhirnya berisiko menghambat pertumbuhan bisnis perusahaan secara keseluruhan. Kegagalan dalam mengamankan pasokan listrik, hambatan regulasi, atau lonjakan biaya energi dapat berdampak buruk pada struktur biaya serta membatasi kemampuan perusahaan dalam meningkatkan infrastruktur komputasi, mengembangkan model, dan melayani pelanggan.

Mungkin Anda Suka