OpenAI, Google, Microsoft, dan Anthropic menyatakan akan mengadopsi standar baru yang memungkinkan penerbit situs web menolak pengikisan data oleh kecerdasan buatan secara bersamaan, seperti dilaporkan oleh Search Engine Roundtable. Melalui kendali ini, para penerbit dapat menerapkan preferensi pelatihan kecerdasan buatan mereka ke berbagai perusahaan teknologi sekaligus, tanpa harus mengaturnya satu per satu.
Penerapan Token Kebijakan Bersama
Sinyal “token kebijakan” bersama ini diusulkan oleh Kevin Kelley, pimpinan teknis standar di Anthropic, melalui Internet Engineering Task Force (IETF). Token tersebut ditempatkan di dalam berkas robots.txt milik sebuah situs web, yang selama ini berfungsi memberi tanda perayap web mana saja yang diizinkan atau dilarang mengikis situs—baik untuk pengindeksan pencarian, pengarsipan, maupun pelatihan kecerdasan buatan. Selama ini, pemilik situs harus menyampaikan preferensi pelatihan kecerdasan buatan mereka secara terpisah kepada setiap perusahaan pengembang.
Pengumuman ini muncul di tengah upaya penerbit menghadapi gelombang perayap kecerdasan buatan yang terus-menerus mengikis situs mereka dan memasukkan konten ke dalam model kecerdasan buatan. Sejumlah perusahaan dan organisasi telah berupaya melawan pengikisan tanpa izin, seperti standar Really Simple Licensing (RSL) yang memberi kemampuan bagi penerbit untuk mengenakan tarif kepada perayap yang berkunjung, serta langkah Cloudflare yang memblokir perayap kecerdasan buatan secara otomatis.
Respons dan Dukungan Perusahaan Teknologi
OpenAI, Google, Microsoft, dan Anthropic menyatakan bakal membatasi perayap kecerdasan buatan mereka agar tidak mengakses situs yang mencantumkan token bersama tersebut. Kepala komunikasi Meta, Andy Stone, turut menyampaikan dukungan terhadap pengaturan baru ini, meski belum memastikan apakah perusahaannya akan mematuhinya. “Kami percaya penciptaan sinyal umum yang menyampaikan preferensi tersebut kepada beberapa penyedia sekaligus merupakan langkah penting,” ujar Stone, seperti dilaporkan The Verge, seraya menambahkan bahwa pihaknya menantikan kerja sama dengan perusahaan kecerdasan buatan lain terkait standar dan penerapannya di seluruh industri.
Microsoft mengungkapkan bahwa mereka akan menyediakan kendali terperinci yang memberi kesempatan bagi penerbit untuk menolak pelatihan kecerdasan buatan atau pengondisian kecerdasan buatan, yaitu proses mengarahkan model kecerdasan buatan ke sumber informasi terverifikasi demi mengurangi halusinasi. Microsoft menegaskan bahwa situs web akan tetap muncul di hasil pencarian Bing terlepas dari preferensi yang mereka pilih. Sebelumnya, Google juga telah menerapkan kendali serupa yang mengizinkan situs mengatur apakah konten mereka ingin dimunculkan dalam fitur pencarian kecerdasan buatan atau dimanfaatkan untuk pelatihan kecerdasan buatan, tanpa memengaruhi visibilitas di mesin pencari.
Anthropic sudah mengadopsi sinyal tersebut, sementara Google dan Microsoft berencana memberikan dukungannya pada tahun depan. Di sisi lain, OpenAI menyatakan bakal menerapkannya dalam beberapa bulan mendatang.







