Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan proyek LNG Abadi Masela merupakan proyek terbesar di tanah air saat ini. Berdasarkan catatan CNN Indonesia, total nilai investasi proyek tersebut mencapai US$22 miliar atau setara dengan Rp399,43 triliun dengan asumsi kurs Rp18.156 per dolar AS.
Target Produksi dan Penyelesaian FEED
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menjelaskan bahwa proyek migas berskala masif ini diproyeksikan memiliki target produksi sebesar 1.380 MMSCFD. Hal tersebut disampaikannya dalam acara FEED Completion Ceremony INPEX yang berlangsung di Hotel The Ritz-Carlton Jakarta Selatan, Selasa (27/10).
Hingga Selasa (27/10), tahapan Front End Engineering Design (FEED) untuk proyek Abadi Masela telah selesai dikerjakan lebih cepat tiga bulan dari jadwal semula. FEED sendiri merupakan tahapan perancangan teknik yang berfungsi menetapkan dasar desain, spesifikasi teknis, serta berbagai kebutuhan proyek sebagai acuan pengembangan fasilitas LNG Abadi.
Inpex mulanya menjadwalkan perampungan tahapan FEED pada penghujung tahun ini. Kendati demikian, tahapan tersebut berhasil diselesaikan lebih awal berkat serangkaian rapat koordinasi yang intensif.
“Mudah-mudahan FID (Final Investment Decision) juga segera, kalau bisa akhir tahun ini atau paling telat Januari 2027,” ujar Djoko.
Libatkan Ratusan Akademisi
Kualitas perancangan FEED ini semakin dimatangkan lewat penelaahan desain independen yang melibatkan ratusan tenaga ahli dari berbagai perguruan tinggi negeri. Proyek ini menggandeng lebih dari 200 profesor serta doktor yang berasal dari Universitas Pattimura (Unpatti), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Para akademisi terkemuka tersebut berperan sebagai penelaah independen guna memberikan kajian serta masukan teknis secara mendalam terhadap dokumen rancangan FEED Proyek LNG Abadi Masela.






