PENDIDIKAN

Penyebab Keracunan Siswa SMP Bogor di Program MBG

Penyebab Keracunan Siswa SMP Bogor di Program MBG

Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan menu di Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menjadi pemicu sejumlah siswa SMP di Dramaga, Bogor, Jawa Barat, mengalami gangguan kesehatan. Berdasarkan investigasi sementara, masalah tersebut bersumber dari bumbu sate yang dikonsumsi para siswa.

Dugaan Sumber Keracunan dan Klarifikasi Jumlah Korban

Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan kepada CNNIndonesia.com pada Selasa (27/10), dugaan sementara penyebab gangguan kesehatan para siswa berasal dari bumbu kacang pada menu sate MBG. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur penyedia menu tersebut diketahui tidak mengolah bumbu kacang dari bahan mentah, melainkan menggunakan bumbu yang sudah dalam kondisi digiling.

Saat ini, sampel makanan masih melalui proses pengujian laboratorium dan dapur SPPG terkait telah dikenakan sanksi suspensi oleh BGN. Pada kesempatan yang sama, Tysa juga meluruskan informasi mengenai jumlah siswa SMP di Dramaga yang terdampak. Menurut data tim lapangan yang terdiri dari BGN Pusat, Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG), dan tim asistensi, jumlah korban tidak mencapai 481 orang seperti yang beredar di sejumlah media.

“Soal peristiwa yang berdampak terhadap kesehatan di Bogor tersebut, kami ingin klarifikasi bahwa jumlah korbannya tidak 400 orang seperti yang diberitakan oleh sejumlah media. Yang benar adalah, sampai dengan sore hari ini, jumlah korban atau kita menyebutnya mereka yang terdampak dan masih dalam observasi, itu sebanyak 13 orang,” ujar Tysa.

Kronologi Kejadian dan Penanganan Medis

Tysa menjelaskan, para siswa menyantap menu MBG tersebut pada Senin (26/10) siang, kemudian pada Selasa dini hari beberapa siswa mulai mengeluhkan gejala diare. Angka 400 orang yang sempat beredar bermula ketika guru di sekolah mengumpulkan seluruh siswa yang memakan menu MBG pada hari Senin untuk ditanya mengenai keluhan sakit perut pada Selasa pagi.

Sebanyak 400 siswa menjawab merasakan sakit perut dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 40 orang memerlukan observasi lanjutan hingga siang hari, dan menyisakan 13 orang yang masih menjalani observasi hingga sore hari dari total lebih dari dua ribu penerima manfaat di dua sekolah di Dramaga.

Sementara itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto seperti dilaporkan detikcom pada Selasa (27/10) menyatakan bahwa sebagian besar siswa SMP yang diduga keracunan sudah dipulangkan karena kondisi kesehatan mereka telah membaik dan stabil. Penanganan medis sebagian besar dilakukan oleh tim kesehatan Puskesmas Cangkurawok serta beberapa yang dirujuk ke rumah sakit.

Rudy memastikan seluruh biaya pengobatan para siswa ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, baik di fasilitas kesehatan pemerintah, Puskesmas, maupun rumah sakit swasta yang menjadi rujukan dari Puskesmas Cangkurawok.

Mungkin Anda Suka