Pemerintah Amerika Serikat kembali memperkuat hubungan dengan sektor tenaga fusi melalui kucuran dana segar. Perusahaan rintisan Helion dan Commonwealth Fusion Systems (CFS) berhasil mengantongi dana total sebesar 260 juta dolar AS dari Departemen Perdagangan di bawah Undang-Undang CHIPS and Science Act untuk mengembangkan semikonduktor canggih yang mendukung reaktor mereka.
Syarat Kepemilikan Saham
Bantuan dana tersebut tidak diberikan secara cuma-cuma karena Helion dan CFS sepakat memberikan saham nir-suara kepada pihak pemerintah sebagai gantinya. Helion menerima 175 juta dolar AS, sementara CFS mendapatkan 85 juta dolar AS. Langkah ini menandai perubahan pendekatan pemerintah yang sebelumnya kerap memberikan modal nir-dilusi yang tidak mengurangi persentase kepemilikan investor lama.
Menurut keterangan David Kirtley selaku salah satu pendiri sekaligus CEO Helion, struktur perjanjian semacam ini semakin lazim ditemui dalam investasi skala besar oleh pemerintah AS dalam beberapa tahun terakhir. Ia menambahkan bahwa pendekatan tersebut menyelaraskan kepentingan perusahaan dengan para pembayar pajak di AS guna mencapai kesuksesan komersial.
Pihak CFS menyampaikan pandangan serupa melalui juru bicaranya yang menyatakan bahwa kepemilikan saham tersebut memungkinkan pembayar pajak di AS menikmati keuntungan dari keberhasilan komersial perusahaan sebagai imbalan atas investasi riset dan pengembangan yang memperkuat pertumbuhan industri fusi domestik.
Tantangan dan Persaingan Global
Besaran dana yang diterima kedua perusahaan tersebut masih jauh tertinggal dibandingkan total modal yang telah mereka kumpulkan secara mandiri. CFS mencatat perolehan sekitar 4 miliar dolar AS, sedangkan Helion mengantongi modal komited mendekati 3,2 miliar dolar AS. Industri fusi sendiri membutuhkan biaya besar untuk bahan-bahan eksotis, pemodelan komputer canggih, serta manufaktur yang rumit.
Asosiasi Industri Fusi (Fusion Industry Association) sebelumnya mendesak pemerintah federal agar menyuntikkan dana satu kali sebesar 10 miliar dolar AS demi mengimbangi langkah negara-negara lain yang bergerak agresif dalam mempercepat industri fusi komersial untuk bersaing dengan Tiongkok.
Berdasarkan informasi dari narasumber yang mengetahui isu tersebut, kampanye lobi dari asosiasi tidak mencakup pembahasan penyerahan ekuitas sebagai tukaran atas penghargaan. Berdasarkan putaran pendanaan Seri G Helion yang bernilai 15,5 miliar dolar AS, bagian saham nir-suara yang diterima pemerintah bernilai sekitar 1 persen, sementara besaran saham di CFS tidak diungkapkan ke publik.
Dampak Terhadap Lanskap Pendanaan
Kebijakan pengambilan saham oleh pemerintah dalam pertukaran dana hibah ini turut dialami oleh sejumlah perusahaan lain di luar sektor fusi. Perusahaan pemasok mineral kritis MP Materials menyerahkan 15 persen saham untuk investasi 400 juta dolar AS dan pinjaman 150 juta dolar AS, sementara USA Rare Earth menyerahkan 10 persen saham untuk penghargaan 277 juta dolar AS serta pinjaman 1,3 miliar dolar AS. Pemerintah di bawah kepemintahan Trump juga mengubah dana talangan Intel senilai 8,9 miliar dolar AS menjadi kepemilikan saham sekitar 10 persen.
Di luar Amerika Serikat, startup fusi asal Jerman bernama Proxima Fusion mengonfirmasi bahwa pemerintah Jerman serta Uni Eropa masuk ke dalam daftar pemodal mereka melalui lembaga yang didukung pemerintah seperti SPRIND dan DCTF. Di sisi lain, sejumlah startup fusi lain seperti Thea Energy, Avalanche Energy, Pacific Fusion, dan Inertia Enterprises menegaskan bahwa mereka tidak menyerahkan saham apa pun kepada pemerintah kendati pernah menerima penghargaan atau menjalin kemitraan federal.
Meski baru segelintir perusahaan rintisan yang menyetujui skema penyerahan saham ini, langkah tersebut berpotensi menetapkan arah baru bagi industri secara keseluruhan. Para pemodal ventura kini harus mempertimbangkan apakah dilusi akibat kepemilikan saham pemerintah sebanding dengan risiko dan keuntungan yang akan diperoleh di masa depan.








