Hobi bermain game menjadi semakin mahal dalam beberapa tahun terakhir akibat tarif impor dan lonjakan harga memori. Harga perangkat konsol populer kini melambung tinggi, memaksa pemain untuk berkompromi dalam hal grafis maupun anggaran demi bisa menikmati permainan.
Konsol dengan Harga Awal Termurah
Produk dari Sony dan Microsoft kini berada di kisaran harga yang cukup tinggi. PlayStation 5 Digital Edition dibanderol seharga USD600, sementara Xbox Series S versi digital dijual seharga USD500. Kedua konsol tersebut tidak memiliki pemutar disk, sehingga pengguna hanya bergantung pada diskon di toko online resmi atau berlangganan layanan bulanan berkisar USD10 hingga USD23.
Nintendo Switch 2 menawarkan opsi sedikit lebih baik dengan harga mulai USD500, di mana pengguna masih bisa membeli game fisik bekas dalam bentuk kartrid. Sementara itu, untuk biaya awal paling rendah, Nintendo Switch Lite keluar sebagai pemenang dengan banderol USD230.
Meskipun tidak dapat dihubungkan ke televisi dan tidak bisa memainkan game eksklusif Switch 2 karena merupakan varian dari konsol keluaran 2017, Switch Lite menyediakan katalog game yang luar biasa. Pengguna dapat menikmati berbagai judul pihak pertama seperti Super Mario Odyssey dan Zelda: Tears of the Kingdom, serta game independen seperti Hades, Portal, dan Undertale.
Alasan Mempertimbangkan PC Genggam
Perangkat PC genggam menawarkan harga awal yang jauh lebih mahal, di mana Steam Deck OLED milik Valve dimulai dari harga USD789 dan ASUS ROG Xbox Ally X mencapai USD1.000. Meskipun demikian, keunggulan utama perangkat ini terletak pada harga game digital yang jauh lebih terjangkau.
Toko aplikasi PC seperti Steam dan GOG sering memberikan diskon besar-besaran untuk game keluaran lama maupun baru dalam waktu beberapa bulan saja. Berbeda dengan Nintendo yang jarang memberikan potongan harga signifikan untuk game lama, investasi pada PC genggam bisa menghemat pengeluaran untuk koleksi game dalam jangka panjang.
Selain akses ke ribuan game berbiaya rendah dan berbagai game gratis berkualitas tinggi seperti Overwatch, Rocket League, serta Genshin Impact, perangkat ini juga berfungsi sebagai komputer biasa. Pengguna dapat menjalankan aplikasi produktivitas di luar peluncur game, sebuah fungsi yang tidak tersedia pada konsol seperti Switch atau PS5.





