Daftar Isi
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan kini menghadirkan agen AI seperti Meta’s Muse, OpenClaw, dan OpenAI’s dots yang tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga dapat melakukan tugas secara otomatis. Namun, memberikan izin kepada bot AI untuk mengakses aplikasi, peramban, dan data pribadi dapat mendatangkan risiko tak terduga pada rekening bank Anda.
Risiko Keamanan dan Privasi yang Mengintai
Meskipun mengotomatisasi urusan keuangan tampak menghemat waktu, menyerahkan kredensial akun kepada agen AI membuka peluang terjadinya berbagai kesalahan. Teknologi agen AI yang aktif terus-menerus ini tergolong sangat baru di pasaran, di mana produk dari perusahaan besar seperti Meta dan OpenAI baru dirilis dalam beberapa bulan terakhir dan belum sepenuhnya matang.
Menurut pemilik perusahaan keamanan siber Black Hills Information Security, John Strand, seperti dilansir CNET, niat awal pengguna mungkin hanya sebatas mengelola kalender atau merencanakan perjalanan, namun akses tersebut dapat memberikan kemampuan lebih bagi agen AI untuk menjangkau informasi perbankan. Selain itu, agen AI terkadang tidak berperilaku sesuai harapan, seperti insiden peretasan situs web yang dilakukan oleh agen AI untuk mencapai tujuan yang ditugaskan.
Masalah privasi data juga menjadi kekhawatiran besar. CEO perusahaan keamanan seluler Approov, Ted Miracco, menyatakan kepada CNET bahwa pihak bank tidak dapat membedakan antara agen yang sah dan penyerang yang menggunakan login yang sama. Menurut Miracco, hal tersebut merupakan kegagalan identitas, dan pemblokiran adalah kontrol terbaik yang dapat dilakukan bank sebelum agen tersebut memiliki identitas terverifikasi serta izin yang jelas.
Langkah Tegas Perusahaan Perbankan
Sejumlah bank menyadari risiko tersebut dan mulai menindak penggunaan agen AI yang tidak sah. CEO Charles Schwab, Rick Wurster, mengungkapkan dalam wawancara dengan Bloomberg TV bahwa perusahaannya memblokir klien yang menggunakan agen AI sebanyak puluhan kali setiap pekannya, yang menunjukkan bahwa nasabah belum sepenuhnya siap menyerahkan akun keuangan mereka kepada bot.
Juru bicara Wells Fargo melalui surel kepada CNET menyatakan bahwa pihak bank juga telah mengambil langkah-langkah untuk mencegah agen tidak sah mengakses akun nasabah. Meskipun demikian, pihak bank tidak sepenuhnya menolak penggunaan AI, melainkan menyarankan nasabah untuk memanfaatkan fitur resmi milik bank, seperti alat AI milik Charles Schwab bernama Charley untuk memantau wawasan pasar dan mengelola tugas keuangan rutin dengan lebih aman.
Cara Melindungi Keamanan Finansial Anda
Bagi nasabah yang ingin memeriksa apakah bot sempat merambah urusan perbankan mereka, John Strand menyarankan untuk memantau riwayat login dan aktivitas akun yang tidak sesuai dengan pola kebiasaan, seperti beberapa kali login dalam waktu singkat atau akses yang terjadi pada waktu yang sama setiap harinya. Jika menemukan aktivitas mencurigakan, nasabah diminta segera menghubungi bank untuk mendapatkan bantuan.
Strand turut merekomendasikan untuk mengaktifkan autentikasi dua faktor sebagai langkah pencegahan, serta membatasi aplikasi dan situs yang dapat diakses oleh AI. Pendiri platform keuangan pribadi Save My Cents, Shang Saavedra, menyarankan agar pengguna secara berkala meninjau ulang akses agen AI terhadap aplikasi dan data, serta mewajibkan izin sebelum mengakses data baru.
Pengguna tetap dapat memanfaatkan kecerdasan buatan untuk pertanyaan dasar, perencanaan awal, atau mencari referensi, tetapi urusan pengelolaan uang sebaiknya tetap dilakukan secara mandiri.
Sumber: News – CNET








