UMUM

Kemenhub Kerahkan KN Trisula P.111 Dinginkan KMP Batumandi

Kemenhub Kerahkan KN Trisula P.111 Dinginkan KMP Batumandi
Daftar Isi
  1. Pendinginan dan Pengamanan Lokasi
  2. Kronologi dan Pencegahan Pencemaran Laut
  3. Posko Darurat dan Armada Gabungan

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengerahkan Kapal Negara (KN) Trisula P.111 untuk membantu proses pendinginan KMP Batumandi di alur masuk Pelabuhan Penyeberangan Merak, Banten. Upaya pendinginan ini dilakukan setelah proses pemadaman api pada kapal tersebut dinyatakan selesai sepenuhnya.

Pendinginan dan Pengamanan Lokasi

Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub, Capt. Budi Mantoro, menyampaikan bahwa hingga Rabu sore, pemadaman api telah mencapai 100 persen. Proses pendinginan kini terus berjalan dengan melibatkan kapal patroli dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten, Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjung Priok, serta Basarnas.

Budi menambahkan bahwa penanganan kebakaran KMP Batumandi mengandalkan pengerahan unsur kapal bantuan serta koordinasi intensif antarinstansi. Pihaknya terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait guna mendukung penanganan yang aman serta menjaga keselamatan pelayaran di sekitar lokasi kejadian, seperti dilaporkan Liputan6.com.

Kronologi dan Pencegahan Pencemaran Laut

Sebelumnya pada Rabu pagi, asap tebal dan kobaran api kembali terlihat memancar dari KMP Batumandi. Tim di lapangan merespons cepat dengan mengerahkan KN Jembio P.125 yang memulai pemadaman pada pukul 07.27 waktu setempat, disusul bantuan pendinginan oleh kapal tunda TB Ratu Harbour dan TB Gunung Cipala mulai pukul 07.45. Pada pukul 08.51, KN Trisula P.111 merapat ke lokasi KMP Batumandi untuk memperkuat upaya pendinginan.

Kepala KSOP Kelas I Banten, Raden Yogie Nugraha, menjelaskan bahwa sinergi bersama VTS Merak, Basarnas, badan usaha pelabuhan, dan pemangku kepentingan lainnya terus diperketat demi memantau kondisi kapal secara aman. Selain mengerahkan KN 333 untuk pendinginan, KSOP Kelas I Banten mengambil langkah pencegahan pencemaran laut dengan memasang oil boom mengelilingi KMP Batumandi guna membatasi sebaran jika terjadi kebocoran bahan bakar atau minyak pelumas.

Posko Darurat dan Armada Gabungan

Guna mempermudah komando operasional, tim gabungan mendirikan posko penanganan di Gedung Sosoro Mall PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Merak, yang berfungsi sebagai pusat pemantauan situasi dan penyusunan langkah-langkah darurat. Puluhan unsur armada dikerahkan dalam aksi penyelamatan dan evakuasi ini.

Armada tersebut meliputi Kapal Negara dan Patroli seperti KN Trisula P.111, KN Jembio P.125, KN SAR Tetuka, KNP 333, dan BC 9006 milik Bea Cukai. Selain itu, dikerahkan pula belasan kapal tunda serta kapal penyeberangan dan pendukung seperti KMP Royce 1, KMP Munic 3, KMP SMS Mulawarman, dan SPOB Samawa.

Mungkin Anda Suka