Daftar Isi
Berbagai organisasi dan bisnis bergegas memperbarui sistem komputer mereka setelah pengembang menemukan celah keamanan kritis pada bahasa pemrograman PHP yang banyak digunakan secara global. Sejumlah situs web di berbagai belahan dunia terpaksa dimatikan sementara pada hari Rabu dan Kamis sebagai langkah pencegahan setelah adanya peringatan kerentanan parah tersebut.
Dampak pada Layanan Pemerintah dan Publik
Pemerintah Inggris turut mengambil tindakan pencegahan dengan menonaktifkan beberapa situs web mereka. Menteri Teknologi Baroness Lloyd of Effra menyampaikan kepada House of Lords bahwa terdapat 32 layanan pemerintah yang tidak tersedia dan empat layanan yang hanya tersedia sebagian akibat langkah pengamanan tersebut. Pihak pemerintah menegaskan bahwa tidak ada layanan publik kritis berskala besar yang terdampak, dan belum ada laporan serangan yang berhasil sejauh ini.
Kepala Teknologi National Cyber Security Centre (NCSC), Olly Whitehouse, mendefinisikan insiden ini sebagai peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya dan akan dirasakan secara universal. Sementara itu, Rory Hopcraft selaku dosen keamanan siber mengingatkan kepada BBC bahwa pemerintah harus memastikan infrastruktur mereka sendiri selalu diperbarui dan mempraktikkan apa yang mereka sampaikan.
Dampak juga dirasakan oleh masyarakat umum, seperti yang dialami oleh pemilik bengkel di Chepstow, Wales Selatan, Dean Presley. Ia menuturkan kepada BBC Your Voice bahwa sistem komputernya lumpuh sejak Rabu pagi sehingga ia tidak bisa memproses sertifikat MOT secara online dan terpaksa mencatat semuanya menggunakan dokumen kertas yang memicu keterlambatan bagi pelanggan.
Mengenal Celah Keamanan PHP
PHP (Hypertext Preprocessor) merupakan bahasa pemrograman yang berjalan di peladen web di balik layar dan berfungsi mengumpulkan data untuk menampilkan halaman situs web. Bahasa yang dikembangkan sejak awal tahun 1990-an ini digunakan oleh berbagai platform besar seperti Wikipedia, toko online, WordPress, serta kerangka kerja populer seperti Laravel, Symfony, dan Drupal.
Perusahaan keamanan siber Wiz, yang turut membantu mengungkap kerentanan tersebut, menyebutkan bahwa PHP menenagai 70 persen situs web di dunia. Celah keamanan yang dijuluki php2shell ini bersifat inheren pada bahasa itu sendiri dan memengaruhi banyak versi masa lalu. The PHP Foundation memperingatkan bahwa kondisi tersebut memungkinkan penyerang tak terautentik untuk menjalankan kode dari jarak jauh pada peladen yang menjalankan PHP.
Sejumlah perusahaan besar melaporkan peningkatan volume percobaan peretasan yang masif. Pimpinan perusahaan infrastruktur internet Cloudflare, Matthew Prince, menulis di platform X bahwa perusahaannya mendeteksi ribuan upaya eksploitasi dalam 10 jam sebelum pengumuman publik, yang kemudian melonjak menjadi jutaan upaya setelahnya. Perusahaan Amazon juga mencatat adanya upaya peretasan, kendati situs web mereka tetap beroperasi normal.
Upaya Pemulihan dan Penanganan Global
Sejumlah situs yang sempat ditutup, seperti situs lembaga siber Belanda, pemerintah Finlandia, dan sebagian Wikipedia, telah kembali beroperasi normal pada hari Kamis. Di Prancis, perusahaan telekomunikasi Orange turut menangguhkan akses ke layanan tertentu secara global untuk menerapkan perbaikan keamanan.
Kendati demikian, para peneliti mencatat kecepatan organisasi dalam menerapkan tambalan keamanan masih belum sesuai harapan. Matt Hull selaku Wakil Presiden Intelijen dan Respon Siber di NCC Group menyatakan bahwa jendela waktu merespon telah menyusut drastis dari pekanan menjadi hitungan hari atau jam. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental para profesional keamanan yang menghadapi risiko kelelahan ekstrem dalam menangani insiden ini.
Sumber: BBC News







