Hijaz.id, Gaya Hidup — Pergaulan bebas menjadi permasalahan serius di masyarakat kita. Masih saja banyak anak-anak yang terlibat dalam perbuatan yang melanggar aturan, norma, ataupun batasan yang berlaku.
Sementara tidak semua anak mampu mengendalikan dirinya secara maksimal ketika usianya sudah menginjak remaja.
Daftar Isi
Pengertian Pergaulan Bebas
Pergaulan bebas terdiri dari dua kata yaitu pergaulan yang berarti interaksi antar sesama individu maupun dengan kelompok dan bebas yang berarti melewati batas aturan.
Dengan begitu, hal itu bisa diartikan sebagai salah satu perbuatan menyimpang atau melewati batas aturan, norma, kewajiban, maupun syarat yang berlaku di masyarakat, negara, ataupun agama.
Umumnya, anak usia remaja menjadi pelaku dalam perbuatan semacam itu, mengingat pola pikir mereka yang masih sangat labil.
Oleh karena itu, Anda sebagai orang tua harus memantau anak secara maksimal, terlebih ia sudah berusia remaja.
Ditambah lagi dengan era digital yang serba mudah dalam mengakses informasi dan sebagainya.
Adapun contoh dari perilaku ini adalah seperti hura-hura di klub malam dan semacamnya, mengkonsumsi minuman beralkohol, narkoba, ekstasi dan semacamnya, menghamburkan uang hanya untuk memenuhi keinginan sek bebas, dan lain sebagainya.
Biasanya anak yang sudah terjangkit dengan pergaulan bebas cenderung mudah emosi, gelisah, tidak sabar, hingga malas.
Faktor Pendorong Pergaulan Bebas

Kurangnya Pengawasan dari Orang Tua
Orang tua mempunyai peran penting dalam hal pendidikan maupun pengawasan anak. Anak yang masih di bawah umur hingga remaja masih membutuhkan pengawasan dari orang tua secara intensif dari jarak dekat.
Jika orang tua lepas tangan mengenai kehidupan dan keseharian anak, bisa membuatnya bebas melakukan apa yang dia mau, termasuk perbuatan menyimpang.
Bukan hanya itu, orang tua yang tidak pernah memberikan nasehat tentang nilai dan norma, anak cenderung tidak tahu-menahu tentang apa yang dilakukannya apakah itu baik, benar ataupun buruk.
Misalnya anak menjadi lebih bebas dalam memilih teman dan bahkan terpengaruh dengan perilaku buruk dari temannya tersebut.
Kondisi Lingkungan Sekitar yang Buruk
Lingkungan sekitar rumah maupun teman bermain, sekolah, hingga komunitas tertentu bisa berpengaruh terhadap perilaku anak.
Jika lingkungan sekitar dipenuhi oleh orang ataupun anak yang berperilaku tidak pantas bisa jadi ia akan terseret arus.
Begitu pula dengan kondisi atau kebiasaan teman sekolah dan komunitas yang buruk bisa mempengaruhi perilaku anak.
Intensitas komunikasi dan interaksi dengan mereka yang begitu tinggi bisa mempercepat penularan penyakit berupa pergaulan bebas.
Akses Informasi yang Bebas
Seperti yang Anda ketahui saat ini merupakan era digital, dimana segala informasi mudah diakses dan bahkan dalam waktu yang singkat.
Semua kalangan bisa mengaksesnya dimana saja dan kapan saja mulai dari anak-anak hingga orang tua. Bahayanya tentu tidak semua info tersebut baik dan tepat dikonsumsi oleh anak-anak atau remaja.
Ditambah lagi kini adanya trend setiap anak sudah memiliki gadget sendiri dengan akses internet yang tidak terbatas.
Mereka bahkan sudah ada yang mempunyai akun media sosial sendiri, sehingga membuatnya bebas menjelajah banyak hal, termasuk yang sifatnya tidak baik.
Kondisi Perekonomian Keluarga
Bisa jadi kondisi perekonomian keuarga yang memburuk menjadi faktor pendorong anak melakukanperbuatan dan kebiasaan menyimpang.
Tak sedikit pula mereka yang putus sekolah dan memilih menyimpang dari jalan yang seharusnya.
Entah itu terpaksa atau tidak ada saja anak yang nekad melakukan tindakan tidak pantas dan bahkan melanggar norma dan hukum yang ada.
Cara Mencegah Anak Supaya Tidak Terjun dalam Pergaulan Bebas
Tentu saja sebagai orang tua, Anda harus mengupayakan pencegahan perilaku menyimpang pada anak. Mengingat kini semakin bebas dan maraknya dadget, media sosial, dan sebagainya. Berikut adalah beberapa upaya pencegahannya:
Jadilah contoh yang baik bagi anak sejak dini
Keluarga merupakan lembaga pendidikan yang utama dan pertama bagi anak. Orang tua dalam hal ini sangat berperan penting dan seringkali menjadi kiblat anak dalam berperilaku.
Oleh sebab itu, Anda harus menjadi contoh yang baik bagi anak dengan cara selalu mengajarkan kebaikan, tentu saja dengan melakukannya pula.
Tanamkan Nilai Ketimuran dan Nasehat
Budaya orang Timur dinilai cenderung lebih sopan dan baik jika dibanding dengan Barat, seperti halnya dalam berpakaian dan bergaul.
Orang Timur lebih tertutup dan masih banyak batasan, khususnya di Indonesia.
Tidak cukup sampai di situ, Anda juga harus sering memberi nasehat kepada anak tentang norma dan aturan hukum yang berlaku.
Awasi Setiap Aktifitas Anak
Tidak ada salahnya Anda untuk selalu mengawasi setiap kegiatan anak baik di dalam maupun luar rumah.
Pantaulah anak apakah mereka benar-benar belajar, ke sekolah, les atau kegiatan posistif lainnya atau tidak. Di samping itu juga seringlah mengecek ponsel anak sebagai bentuk pengawasan.
Batasi Anak untuk Bermain Gadget dan Televisi
Sebaiknya batasi anak dalam memegang atau bermain gadget, khususnya ponsel. Jangan biarkan mereka memperoleh fasilitas full internet setiap waktu.
Sebab internet bisa jadi membawa anak pada perilaku tidak benar jika memang mereka tidak bisa menggunakannya secara maksimal dan benar.
Terlebih kini tersedia berbagai macam konten di internet yang mudah diakses oleh anak, mulai dari yang baik hingga yang buruk.
Begitu pula dengan televisi, awasi mereka saat menonton televisi apakah tayangan yang ditonton sesuai atau tidak.
Biasakan Anak dengan Aktifitas yang Positif
Anak yang terbiasa dengan kegiatan posistif tidak akan mudah terpengaruh dengan perilaku menyimpang semacam pergaulan bebas.
Kebiasaan tersebut bisa berupa membaca buku, mengikuti ekstrakurikuler sekolah, les musik, hingga ikut serta dalam komunitas yang menginspirasi.
Sosialisasi Tentang Bahaya Pergaulan Bebas
Sosialisasi merupakan upaya yang tidak kalah penting untuk mencegah pergaulan yang bebas.
Jadikanlah anak-anak sekolah, khususnya menengah pertama hingga atas sebagai sasaran utama dalam upaya tersebut.
Mengingat usia mereka yang rentan dan mudah terpengaruh dengan hal-hal aneh serta pola pikirnya yang masih labil.
Pergaulan bebas merupakan fenomena sekaligus permasalahan sosial yang masih marak terjadi di lingkungan remaja.
Banyak faktor yang mendorong mereka melakukan hal demikian, namun alangkah baiknya jika Anda melakukan upaya pencegahan sejak dini agar tidak merusak moral generasi penerus bangsa ini.